Saturday, 28 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Minyak Melonjak Usai Langkah OPEC Dan Ketegangan Ukraina
Tuesday, 2 December 2025 04:00 WIB | OIL |WTIbrent oil

Harga minyak naik lebih dari 1% pada hari Senin(1/12) menyusul serangan pesawat nirawak oleh Ukraina, penutupan wilayah udara Venezuela oleh Amerika Serikat, dan keputusan OPEC untuk tidak mengubah tingkat produksi pada kuartal pertama tahun 2026.

Harga minyak mentah Brent ditutup pada $63,17 per barel, naik 79 sen, atau 1,27%. Harga minyak mentah West Texas Intermediate AS ditutup pada $59,32 per barel, naik 77 sen, atau 1,32%.

"Pasar sangat gelisah saat ini karena kemungkinan hilangnya pasokan minyak mentah Rusia," kata John Kilduff, mitra di Again Capital LLC. "Mereka mengamati dengan saksama apakah kesepakatan Rusia-Ukraina ini akan melenceng."

Kekhawatiran tentang kemungkinan konflik antara Amerika Serikat dan Venezuela jauh tertinggal dari fokus pada perang di Ukraina.

"Saya rasa tidak ada yang terlalu khawatir dengan hilangnya pasokan dari Venezuela," kata Kilduff.

Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group, mengatakan serangan Ukraina, dikombinasikan dengan komitmen produksi OPEC, mendorong kenaikan harga pada perdagangan pagi di New York.

"Serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap armada bayangan Rusia serta komitmen OPEC untuk mempertahankan tingkat produksi saat ini membuat pasar berada dalam kondisi optimis," tulis Flynn dalam sebuah catatan pagi. "Hal ini terjadi seiring permintaan minyak global terus meningkat meskipun ada sentimen negatif yang terus kita dengar dari sisi permintaan."

Konsorsium Pipa Kaspia, yang mengangkut 1% minyak global, mengatakan pada hari Sabtu bahwa salah satu dari tiga titik tambatan di terminal Novorossiysk telah rusak, sehingga menghentikan operasi. Namun Chevron, salah satu pemegang saham CPC, mengatakan pada Minggu malam bahwa pemuatan masih berlanjut di Novorossiysk. Biasanya, dua tambatan digunakan untuk pemuatan, sementara satu lagi digunakan sebagai cadangan.

Serangan terhadap terminal ekspor CPC mendorong harga minyak lebih tinggi, kata analis UBS Giovanni Staunovo.

Serangan itu terjadi ketika Ukraina meningkatkan operasi militernya di Laut Hitam dan menyerang dua kapal tanker minyak yang menuju Novorossiysk.

Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya awalnya menyepakati jeda pada awal November, memperlambat upaya untuk mendapatkan kembali pangsa pasar di tengah kekhawatiran akan kelebihan pasokan.(alg)

Sumber: Reuters.com

RELATED NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem...
Thursday, 12 February 2026 19:28 WIB

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini...

Harga Minyak Menguat, Pasar Siaga Iran & Data Stok AS...
Wednesday, 11 February 2026 20:31 WIB

Harga minyak menguat pada Rabu (11/2), ditopang kombinasi premi risiko geopolitik dari ketegangan AS“Iran dan sinyal permintaan Asia yang lebih solid khususnya dari India yang ikut mengurangi kekhaw...

Tensi Iran “ AS Jaga Minyak Di Jalur Hijau...
Tuesday, 10 February 2026 21:13 WIB

Minyak masih bertahan di zona hijau di hari Selasa (10/2), karena pasar belum berani buang "premi risiko" Timur Tengah. Per pukul 13:07 GMT (20:07 WIB), Brent naik +0,4% ke $69,32/barel, sementara WTI...

Oil Drops 1% US – Iran Talks Continue, But Threats Remain...
Monday, 9 February 2026 14:48 WIB

Oil prices fell about 1% on Monday as concerns about conflict in the Middle East eased slightly. The market calmed after the US and Iran agreed to resume talks on Tehran's nuclear program, reducing fe...

Minyak Naik, Pasar Nahan Napas Jelang AS - Iran...
Friday, 6 February 2026 20:33 WIB

Harga minyak bergerak sedikit naik dalam sesi yang bergejolak pada Jumat, ketika investor menilai arah perundingan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran. Pergerakan harga terlihat sensitif terhadap s...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS